Film / P/Review

Omnibus Syahdu Rectoverso

Sudah lebih dari dua minggu Rectoverso main di bioskop. Sekarang, film ini sedang diputar bersama sejumlah film kelas Oscar seperti Django Unchained dan Silver Linings Playbook. Mungkin ketika kita nggak terlalu banyak mendengarkan promosi tentang Rectoverso, maka film ini akan jadi pilihan terakhir setelah dua film Oscar yang saya sebut di atas.

Tapi, kalau saya boleh memberi saran, jangan lewatkan Rectoverso. Film omnibus dari lima cerita ini wajib ditonton.

Apresiasi paling tinggi saya berikan kepada cerita-cerita di film ini. Hasil karya Dewi Lestari, berdasarkan cerita-cerita yang pernah dia buat dalam buku berjudul sama. Dee mengisahkan lima cerita cinta yang tak terucap. Mulai dari cinta yang harus dikunci di dalam hati dan terbungkam, sampai cinta yang menyublim, dikirim lewat udara, tersampaikan kepada tujuan, namun tetap nggak terucap. Cerita-cerita patah hati yang hadir dengan gaya storytelling menarik.

Di luar skenario, tentunya penyutradaraan dari lima cewek yang sebelumnya lebih banyak kita kenal sebagai selebriti non-sutrada juga menyempurnakan film ini (Olga Lydia, Rachel Maryam, Cathy Sharon, Happy Salma, Marcella Zalianty). Plus, acting para pemainnya yang nggak berlebihan.

Lima film pendek di dalam Rectoverso adalah sebagai berikut:

1. Hanya Isyarat, tentang seorang perempuan penyendiri yang sedang berlibur bersama teman-teman baru. Salah seorang dari teman baru ini adalah orang yang dia kagumi. Mereka kemudian terlibat sebuah “game” syahdu.

2. Curhat buat Sahabat, tentang cowok-cewek yang lama berteman dan salah satunya menyimpan perasaan terhadap yang lain.

3. Cicak di Dinding. Di sini dikisahkan dua orang yang baru berkenalan, melakukan hubungan seks singkat, namun ada kisah yang membuat mereka harus menjaga jarak.

4. Firasat. Film ini bercerita tentang dua orang yang berkenalan di sebuah perkumpulan orang-orang yang mempercayai signs. Hingga kemudian salah satu dari mereka mendapat firasat buruk atas yang lainnya.

5. Terakhir adalah Malaikat Juga Tahu, menceritakan kasih ibu kepada anaknya yang berkebutuhan khusus, termasuk di saat sulit ketika si anak patah hati.

Dari lima kisah itu, semua memiliki satu sound track khusus ciptaan Dee. Malaikat Juga Tahu mungkin adalah yang paling populer dan paling banyak membuat orang tersentuh. Tapi buat saya, Hanya Isyarat punya cerita dan skenario paling menarik.

Saya nggak mau cerita terlalu banyak untuk menghindari spoiler. Kalau belum nonton, buruan kejar Rectoverso sebelum turun dari bioskop.

Cast: Lukman Sardi, Prisia Nasution, Dewi Saraswati Irawan, Asmirandah Zantman, Widyawati, Dwi Sasono, Acha Septriasa, Indra Birowo, Fauzi Baadilla, Tetty Liz Indriati, Tio Pakusadewo, Sophia Latjuba, Yama Carlos, Amanda Soekasah

– The Toilet Post

What do you think? Your comments are welcome...

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s