Book / P/Review

The Monk Who Sold His Ferrari

Tidak Ada Salahnya Membaca Self-Help Book

A fable about fulfilling your dream and reaching your destiny.

Begitu penjelasan yang ada di sampul depan buku ini. The Monk Who Sold His Ferrari menceritakan bagaimana kita harus menata hidup supaya bisa mendapatkan kebahagiaan yang sesungguhnya.

Temanya mungkin terdengar berat untuk dibaca sambil traveling, tapi Robin S. Sharma menuliskan kisah fabel ini dalam tahap demi tahap yang ringan. Membuat pembaca seperti mengikuti kuliah yang setiap kali kita menyelesaikan satu bab, maka kita akan merasa seperti naik satu level dalam tahap pengetahuan.

Buku ini bercerita tentang Julian Mantle, seorang lawyer terkenal dan pekerja keras.  Kehidupannya sangat mewah sehingga juga berisiko pada kesehatan. Pada sebuah persidangan, Julian kena serangan jantung.

Serangan ini membuat hidupnya berubah. Julian memutuskan untuk pergi ke Himalaya, untuk mendapatkan kehidupan yang lebih tenang, untuk mencari kebahagiaan. Di sanalah dia belajar begitu banyak hal yang menjelaskan mengapa kemewahan yang datang di hidupnya tidak tiba bersama kebahagiaan.

Ia kemudian membagikan cerita perjalanan spiritualnya ke Himalaya kepada John, rekan kerjanya. Cerita ini dibagikan dalam sebuah diskusi panjang. Pertanyaan-pertanyaan yang diutarakan John mewakili pertanyaan-pertanyaan yang muncul di kepala saya sebagai pembaca. Sehingga membuat saya merasa utuh memahami pemikiran baru Julian.

Bagi saya, The Monk Who Sold His Ferrari adalah kombinasi antara novel dan self-help book. Saya sebelumnya bukan tipe yang menyukai membaca tipe buku self-help. Rasanya kok miris, masak masalah kehidupan sampai harus dibantu buku “tutorial.” Tapi, saya merasa salah. Ternyata tipe buku seperti ini membantu saya untuk melihat dengan perspektif yang lebih baik, mengenai bagaimana harus menata pemikiran.

Buku ini bukan buku baru dan sudah banyak dibicarakan orang, tapi saya tetap ingin share di sini karena isinya yang sangat menarik. The Monk Who Sold His Ferrari menemani saya ketika sedang melaksanakan business trip ke Manila dan membuat perjalanan bisnis itu terasa lebih menenangkan. (*)

Saya mencoba untuk googling toko buku online di Indonesia yang menyediakan buku ini, namun belum dapat link yang bisa di-share di sini. Kalau ingin beli bukunya, The Monk Who Sold His Ferrari bisa didapatkan dengan mudah di toko buku terdekat kok🙂

Judul: The Monk Who Sold His Ferrari
Penulis: Robin S. Sharma
Tahun: 1997
Halaman: 198
Bahasa: Inggris, tersedia juga dalam Bahasa Indonesia
Menemani saya traveling ke: Manila

Kalau ingin melihat catatan jalan-jalan sederhana saya ke Manila, klik di link berikut:

– The Toilet Post

*Thanks to Ilul Yusuf yang sudah meminjamkan buku ini sekian lama🙂

3 thoughts on “The Monk Who Sold His Ferrari

  1. Pingback: Food & Travel

What do you think? Your comments are welcome...

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s